Ketika mulut berbicara
tak mampu menahan penderitaan
ketika hati membuka diri
tak rela jiwa tersakiti
derai air mata mengalir
memikul beban teramat berat
langit cerah bebrubah warna
menggambarkan perasaan tak terbaca
cinta teramat cepat menghilang
bagai air mengalir tanpa henti
secepat cinta mengubah benci
hingga berlalu tak bersisa
Betapa sakit jiwa yang terluka
betapa perih hati tersayat
hidup di antara luka dan duka
bagaikan pohon tanpa dihiasi pelengkapnya
berlari dalam gelapnya malam
mencari dalam kesepian
bila akal tak lagi berpikir
bila mulut tak sanggup lagi bicara
adakah yang dapat menjelaskan
adakah yang dapat mengerti
langitpun hanya terdiam
membayangkan kesedihan diri
bagai raga tanpa nyawa
tanpa tahu kapan berakhirnya
Sebuah cinta
tak akan hadir dengan suatu paksaan
namun cinta
akan hadir karena kekuatan hati
cinta tak selalu hadir
dengan harta dan kemewahan
namun cinta akan hadir
karena pengorbanan dan kesetiaan
Lelah ku menanti
rasa yang ku harap kembali
tak akan pernah terulang lagi
bila engkau mengerti
apa yang telah ku lalui
dari semua yang terjadi
memeberiku keraguan tak berakhir
mampukah engkau merindukanku
sedalam engkau melepas semua
secepat engaku melupakan semua
sanggupkah engkau mencintaiku lagi
Meniti kehidupan suram
tangis dalam sepi selalu terselubung
menyembunyikan diri
menemani hari-hari saat ini
tangis mengisi hidupku
ingin rasanya ku buka
lembaran baru kehidupanku
membangun mahligaiku
di atas nama sebuah cinta
yang mengagumkan
Namun..
hasrat terurungkan
kini menusuk sanubari
aku paham..
itu mustahil
aku hanya berkhayal dalam kesepianku
selalu ingin mencinta
dan di cintai
memiliki segudang khayalan
menanti harapan terwujud,pasti
nantinya...
Memandang cinta aku tak berkedip
mengucap cinta mulutku terkunci
mendengar cinta aku bahagia
lihatlah aku dengan hati
artikan aku dengan teliti
senyum dariku bukan basa basi
tetapi langsung dari jiwa ini
terkadang yang tak di sebut
itulah yang bermakna
dan tak semua yang terlihat itu
adalah sebenar-benarnya
Berlayar aku di samudera hati mu
berperahukan kasih yang abadi
bernahkodakan lintang waktu
di temani ombak yang setia
gelombang dalam samudera hati mu
putaran kemudi untuk kenali lagi hati mu
layar di bentangkan
agar aku leluasa menyematkan cinta di hati mu
seperti layar dan angin yang menyatu
samudera hatimu
bagai karang yang menjadi pelindungnya
susah retak...
tak bisa pecah
hendakku raih..
namun sulit nyatanya
Memikirkanmu
aku lupa siang dan malam
memandag mu
aku lupa mana langit, mana bumi
kisahku dan kisahmu
terlalu indah tuk di lukis
hatiku mendekap hatimu
ku kunci selalu untukku
waktu bukan penghalang
ku tunggu engkau selamanya
aku,,kamu,,satu
Telah selesai mata beristirahat
dari bunga mimpi yang menghampiri
mengingat diri terikat janji
janji insan pada Illahi
terdengar suara bagai pemandu
insan Tuhan menyerukan adzan
tak henti-henti berkumandang
bergema secara bergantian
memutuskan mimpi menepati janji
menunaikan syari’at sebagai muslim
meninggalkan maksiat pribadi syetan
niscaya hidup tak tergantikan
Cinta itu ada dan bertahta
bahkan jiwa ini separuh jiwamu
kau yang pernah
membuatku merasa berarti
dan temani hidupku
ku akui hatiku masih untukmu
walau ta sempurna
namun, tak seorangpun sanggup
menggantikan pahit bersamamu
selamanya...
mengukir namamu
aku masih ingin bersama mu
merasakan bahagia tak berujung
tak pernah berakhir
Cinta...
lelah ku menanti
rasa yang ku harap kembali
semua takkan terulang lagi
kau tak mengerti ini
kau tak pahami ini
memberi keraguan tak berakhir
membuat hati meragu
akankah samudera hatimu membelah
seperti tarian ombak yang teramat elok
memberi celah cintaku
agar berlayar di samudera hatimu
Daun-daun pun jatuh berguguran
hariku kelam tanpa cahayamu
ku tak mengert ini
ku tak pahami ini
salahkah aku bila menyayangimu
hingga haruskah aku menghilang
bersama datangnya malam
salahkah aku bila mengharapkanmu
walauku tahu ku tak pantas untukmu
bersamamu...
mungkin khayalan bagiku
Dalam sepiku merenung
dalam sujudku menangis
dalam heningku meminta
wujudkanlah mimpi dua insan
di sinilah hati terjerat
meratapi sepi keheningan
bayangan yang merasuki jiwa
mengusik pikiran
merembah dalam kesedihan
mengharap cinta tak kunjung datang
dalam sepi,,sunyi,,gelap
dalam tangis dan do’a
lisan mengutarakan
perasaan yag ingin menolak sepi untuk datang
di keindahan malam
dapatkahku merasakannya
cinta yang begitu dalam
menusuk di relung hati
Hidup berubah
setelah ku berikan kepercayaan padanya
dia yang ku sangaka dewa
ternyata pendusta
bukan bahagia yang di beri
melainkan luka
ku berpikir apakah ini adil?
hanya sesal ku kini adanya
semua telah terjadi
jalani kehidupan itu saat ini terpikir
dengan kemauan orang
entah sampai kapan
semua akan berakhir
hanya waktu.. yang menjawabnya
Ku punya cinta
ku mengerti cinta
tapi...
ku tak merasakan cinta yang sempurna
ku hanya pernah punya sebongkah cinta
yang kini hilang dan mati
meninggalkan bangkai di hati
meracuni...
menjadikan hatiku ikut mati
dan semua kini
menjadi tak berarti
Bila ku seru-seru namamu
di setiap kerinduanku
adalah rinduku yang mengharapkan
kehadiranmu...
bilaku rindu-rindu dirimu
di setiap malam sepiku
adalah kesepianku ingin selalu bersamamu
bila lukaku meneteskan darah di batu
adalah kekerasan hatiku
terlalu mencintaimu
bila kau tak mencintaiku
aku akan tetap menulis sajak untuk mu
sampai batasnya
ketika aku tak mampu menulis lagi
tak mampu menahan penderitaan
ketika hati membuka diri
tak rela jiwa tersakiti
derai air mata mengalir
memikul beban teramat berat
langit cerah bebrubah warna
menggambarkan perasaan tak terbaca
cinta teramat cepat menghilang
bagai air mengalir tanpa henti
secepat cinta mengubah benci
hingga berlalu tak bersisa
Betapa sakit jiwa yang terluka
betapa perih hati tersayat
hidup di antara luka dan duka
bagaikan pohon tanpa dihiasi pelengkapnya
berlari dalam gelapnya malam
mencari dalam kesepian
bila akal tak lagi berpikir
bila mulut tak sanggup lagi bicara
adakah yang dapat menjelaskan
adakah yang dapat mengerti
langitpun hanya terdiam
membayangkan kesedihan diri
bagai raga tanpa nyawa
tanpa tahu kapan berakhirnya
Sebuah cinta
tak akan hadir dengan suatu paksaan
namun cinta
akan hadir karena kekuatan hati
cinta tak selalu hadir
dengan harta dan kemewahan
namun cinta akan hadir
karena pengorbanan dan kesetiaan
Lelah ku menanti
rasa yang ku harap kembali
tak akan pernah terulang lagi
bila engkau mengerti
apa yang telah ku lalui
dari semua yang terjadi
memeberiku keraguan tak berakhir
mampukah engkau merindukanku
sedalam engkau melepas semua
secepat engaku melupakan semua
sanggupkah engkau mencintaiku lagi
Meniti kehidupan suram
tangis dalam sepi selalu terselubung
menyembunyikan diri
menemani hari-hari saat ini
tangis mengisi hidupku
ingin rasanya ku buka
lembaran baru kehidupanku
membangun mahligaiku
di atas nama sebuah cinta
yang mengagumkan
Namun..
hasrat terurungkan
kini menusuk sanubari
aku paham..
itu mustahil
aku hanya berkhayal dalam kesepianku
selalu ingin mencinta
dan di cintai
memiliki segudang khayalan
menanti harapan terwujud,pasti
nantinya...
Memandang cinta aku tak berkedip
mengucap cinta mulutku terkunci
mendengar cinta aku bahagia
lihatlah aku dengan hati
artikan aku dengan teliti
senyum dariku bukan basa basi
tetapi langsung dari jiwa ini
terkadang yang tak di sebut
itulah yang bermakna
dan tak semua yang terlihat itu
adalah sebenar-benarnya
Berlayar aku di samudera hati mu
berperahukan kasih yang abadi
bernahkodakan lintang waktu
di temani ombak yang setia
gelombang dalam samudera hati mu
putaran kemudi untuk kenali lagi hati mu
layar di bentangkan
agar aku leluasa menyematkan cinta di hati mu
seperti layar dan angin yang menyatu
samudera hatimu
bagai karang yang menjadi pelindungnya
susah retak...
tak bisa pecah
hendakku raih..
namun sulit nyatanya
Memikirkanmu
aku lupa siang dan malam
memandag mu
aku lupa mana langit, mana bumi
kisahku dan kisahmu
terlalu indah tuk di lukis
hatiku mendekap hatimu
ku kunci selalu untukku
waktu bukan penghalang
ku tunggu engkau selamanya
aku,,kamu,,satu
Telah selesai mata beristirahat
dari bunga mimpi yang menghampiri
mengingat diri terikat janji
janji insan pada Illahi
terdengar suara bagai pemandu
insan Tuhan menyerukan adzan
tak henti-henti berkumandang
bergema secara bergantian
memutuskan mimpi menepati janji
menunaikan syari’at sebagai muslim
meninggalkan maksiat pribadi syetan
niscaya hidup tak tergantikan
Cinta itu ada dan bertahta
bahkan jiwa ini separuh jiwamu
kau yang pernah
membuatku merasa berarti
dan temani hidupku
ku akui hatiku masih untukmu
walau ta sempurna
namun, tak seorangpun sanggup
menggantikan pahit bersamamu
selamanya...
mengukir namamu
aku masih ingin bersama mu
merasakan bahagia tak berujung
tak pernah berakhir
Cinta...
lelah ku menanti
rasa yang ku harap kembali
semua takkan terulang lagi
kau tak mengerti ini
kau tak pahami ini
memberi keraguan tak berakhir
membuat hati meragu
akankah samudera hatimu membelah
seperti tarian ombak yang teramat elok
memberi celah cintaku
agar berlayar di samudera hatimu
Daun-daun pun jatuh berguguran
hariku kelam tanpa cahayamu
ku tak mengert ini
ku tak pahami ini
salahkah aku bila menyayangimu
hingga haruskah aku menghilang
bersama datangnya malam
salahkah aku bila mengharapkanmu
walauku tahu ku tak pantas untukmu
bersamamu...
mungkin khayalan bagiku
Dalam sepiku merenung
dalam sujudku menangis
dalam heningku meminta
wujudkanlah mimpi dua insan
di sinilah hati terjerat
meratapi sepi keheningan
bayangan yang merasuki jiwa
mengusik pikiran
merembah dalam kesedihan
mengharap cinta tak kunjung datang
dalam sepi,,sunyi,,gelap
dalam tangis dan do’a
lisan mengutarakan
perasaan yag ingin menolak sepi untuk datang
di keindahan malam
dapatkahku merasakannya
cinta yang begitu dalam
menusuk di relung hati
Hidup berubah
setelah ku berikan kepercayaan padanya
dia yang ku sangaka dewa
ternyata pendusta
bukan bahagia yang di beri
melainkan luka
ku berpikir apakah ini adil?
hanya sesal ku kini adanya
semua telah terjadi
jalani kehidupan itu saat ini terpikir
dengan kemauan orang
entah sampai kapan
semua akan berakhir
hanya waktu.. yang menjawabnya
Ku punya cinta
ku mengerti cinta
tapi...
ku tak merasakan cinta yang sempurna
ku hanya pernah punya sebongkah cinta
yang kini hilang dan mati
meninggalkan bangkai di hati
meracuni...
menjadikan hatiku ikut mati
dan semua kini
menjadi tak berarti
Bila ku seru-seru namamu
di setiap kerinduanku
adalah rinduku yang mengharapkan
kehadiranmu...
bilaku rindu-rindu dirimu
di setiap malam sepiku
adalah kesepianku ingin selalu bersamamu
bila lukaku meneteskan darah di batu
adalah kekerasan hatiku
terlalu mencintaimu
bila kau tak mencintaiku
aku akan tetap menulis sajak untuk mu
sampai batasnya
ketika aku tak mampu menulis lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar